tertutup mata kita ketika waktunya untuk mengistirahatkan tubuh ini di malam hari. terbukalah mata kita ketika semua yang kita rencanakan pada malam sebelumnya kan terjadi. sesuatu yang terjadi berulang dan terus terjadi selama masa hidup manusia. semasa manusia masih meletakkan hidupnya pada segala hal, kehidupan ini masih akan berjalan tanpa ada waktu untuk berhenti meskipun manusia menginginkan lebih dari apa yang dia dapatkan.
berjalannya hidup ini sudah pasti tidak berjalan searah dengan hidup kita. ada bahagia, sorak sorai, dan ada juga kepedihan, intrik permasalahan. berbagai konflik timbul akibat perbedaan prinsip seorang manusia dengan yang lainnya. kadang, hal ini menumbuhkan rasa empati pada diri manusia tetapi kadang juga rasa tidak peduli mulai menguasai hati nurani manusia.
di masa perekonomian yang kompleks ini, semakin banyak manusia yang mengejar tujuan pribadinya. menggunakan segala sesuatu yang ada padanya, baik potensi, bakat, maupun kekuatan untuk melakukan perubahan. tetapi tak jarang juga mereka menggunakan cara2 yang tak logik dalam pikiran manusia. mencoba menembus bagian2 yang seharusnya dijalani dalam memperoleh tujuan akhir mereka, demi mempercepat waktu agar bisa merasakan seperti yang mereka lihat dan idamkan.
perilaku hedonis pun mulai diterapkan oleh mereka dengan berbagai alasan yang diungkapkan. mungkin cuma sekedar hiburan atas rutinitas semata, atau sebagai gaya hidup yang harus dijalani sebagai manusia metropolitan. banyak hal yang dilakukan hanya untuk mengejar kesenangan pribadi tanpa ada batasan dan kebebasan dalam bersosialisasi. seolah kehidupan ini hanya terjadi sama seperti dengan apa yang mereka rasakan tanpa ada waktu untuk melihat sekitar.
kemegahan dan gemerlap kota ini telah menyilaukan banyak mata dan hati manusia. mereka yang dahulu kala belajar untuk menghargai dan menolong sesama perlahan mulai melupakan bakti ajaran dan moralitas yang seharusnya mereka pegang hingga akhir hayatnya. seperti sebuah roda yang bergulir terus, hidup ini berjalan naik dan turun sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi, atau digariskan terlebih dahulu. entah karena takdir atas maksud tertentu, ataukah tidak adanya kesempatan yang diberikan pada mereka yang terabaikan dan terlantar karena perkembangan pembangunan serta gaya hidup yang menyertai perbaikan ekonomi bangsa ini.
perbedaan antara si kaya dengan si miskin akan selalu ada seiring dengan perkembangan jaman. sebuah realita yang seharusnya bisa membuka kembali mata hati manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. saling berbagi atas apa yang mereka peroleh dengan mereka yang tersisih, tidak selamanya harta bisa membantu mereka yang tersisih, kadang perhatian dan perlakuan yang bisa memperpendek jarak antara kekayaan dan kemiskinan, yang seharusnya bisa dilakukan bersama-sama agar bangsa ini tumbuh dalam kebersamaan, bukannya mencari kesalahan siapa yang menyebabkan hal ini terjadi.